SKK Migas Dukung Empat Pelajar Banggai Ikuti GFLN 2026, Bangun Talenta Global dari Daerah

SKK Migas Dukung Empat Pelajar Banggai Ikuti GFLN 2026, Bangun Talenta Global dari Daerah

Transsulawesi.co, Jakarta – Empat pelajar asal Kabupaten Banggai mendapat kesempatan berharga untuk mengembangkan kapasitas diri dan memperluas wawasan global melalui Global Future Leaders Network (GFLN) Batch 1 Tahun 2026, program pengembangan kepemimpinan yang diinisiasi oleh SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), dan dilaksanakan oleh Yayasan Bina Antarbudaya.

Keempat pelajar tersebut merupakan perwakilan dari wilayah operasi JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori), yakni Afgan Salim Dg. Pasau dan Novita Lambase dari SMK Negeri 1 Batui Selatan, serta Kerin Ayunda Putri dan Tri Haryanto Putra dari SMA Negeri 1 Moilong.

Keberhasilan mereka mengikuti program ini, tidak diperoleh secara instan. Keempatnya terpilih setelah melalui serangkaian tahapan seleksi yang dilaksanakan oleh Yayasan Bina Antarbudaya sebagai pihak pelaksana program. Proses seleksi dilakukan secara terbuka di seluruh wilayah operasi KKKS di Indonesia dengan pendekatan berbasis merit (merit-based selection) untuk menjaring pelajar yang memiliki prestasi, potensi kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, motivasi yang tinggi, serta komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan. Dari proses tersebut, mereka berhasil lolos dan menjadi perwakilan wilayah operasi JOB Tomori dalam GFLN Batch 1 Tahun 2026.

Mereka kemudian bergabung bersama 34 peserta lainnya dari berbagai wilayah operasi KKKS di Indonesia. Secara keseluruhan, sebanyak 38 pelajar dari 13 wilayah operasi KKKS terpilih mengikuti program ini. GFLN Batch 1 secara resmi dibuka pada 15 Juni 2026 di Hotel Aston Kartika Grogol, Jakarta, oleh Kepala Pokja Pengembangan Masyarakat SKK Migas yang berlangsung hingga 20 Juni 2026.

Keikutsertaan empat pelajar Banggai tersebut merupakan bagian dari komitmen SKK Migas bersama dengan JOB Tomori dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah operasinya. Melalui program ini, perusahaan berupaya membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda daerah,  untuk memperoleh pengalaman belajar yang setara dengan pelajar dari berbagai wilayah lain di Indonesia.

Program GFLN merupakan beasiswa penuh yang dirancang untuk memperkuat kompetensi generasi muda Indonesia melalui kombinasi pembelajaran daring selama lima minggu dan lokakarya tatap muka selama satu minggu di Jakarta. Materi pembelajaran berfokus pada penguatan kompetensi global (global competence), pembelajaran lintas budaya (intercultural learning), pemahaman mengenai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), serta bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Selain memperkaya wawasan akademik, peserta juga dibekali keterampilan kepemimpinan dan karakter, seperti rasa percaya diri, kemampuan komunikasi, toleransi, motivasi diri, kemampuan berkolaborasi, serta wawasan global yang lebih luas. Program ini juga memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap isu-isu keberlanjutan dan perkembangan teknologi yang relevan dengan masa depan bangsa, termasuk sektor energi dan industri hulu migas.

Sebagai bagian dari indikator keberhasilan program, peserta diwajibkan menyelesaikan seluruh rangkaian pembelajaran virtual dengan tingkat penyelesaian 100 persen, mengikuti empat sesi pembelajaran daring, serta menghasilkan karya kreatif individu yang mengangkat tema SDGs. Pada tahap lokakarya tatap muka, peserta mempelajari sedikitnya tiga topik pembelajaran utama dan berkolaborasi dalam kelompok untuk menyusun serta mempresentasikan gagasan inovatif bertema SDGs sebagai capstone project.

General Manager JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi, Andry Sehang, mengatakan bahwa program GFLN merupakan salah satu bentuk investasi perusahaan dalam menyiapkan generasi muda yang mampu menghadapi tantangan masa depan.

"Kami meyakini bahwa investasi terbaik untuk masa depan adalah investasi pada generasi muda. Melalui Global Future Leaders Network, kami ingin membuka akses dan kesempatan yang lebih luas bagi pelajar di wilayah operasi untuk memperoleh pengalaman belajar yang berwawasan global, mengembangkan kemampuan kepemimpinan, serta memperkuat karakter mereka sebagai calon pemimpin masa depan," ujar Andry.

Menurutnya, keberhasilan empat pelajar dari Batui Selatan dan Moilong lolos dalam program ini menunjukkan bahwa generasi muda Banggai memiliki potensi yang tidak kalah dengan pelajar dari daerah lain di Indonesia.

"Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, memperluas wawasan, membangun jejaring, dan kembali ke daerah dengan membawa semangat baru untuk berkontribusi bagi masyarakat. Kelak, mereka diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah dan kemajuan bangsa," tambahnya.

Partisipasi JOB Tomori dalam program GFLN merupakan bagian dari program pelibatan dan pengembangan masyarakat (PPM) tahun 2026. Program ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah terhadap berbagai inisiatif yang telah berjalan sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi talenta-talenta muda dari daerah untuk berkembang secara optimal.

Dari Batui Selatan dan Moilong menuju Jakarta, empat pelajar tersebut membawa harapan keluarga, sekolah, dan masyarakat Banggai. Melalui pengalaman belajar dan kolaborasi bersama peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mereka diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang berwawasan global, berkarakter kuat, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa.***

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.