Transsulawesi.co, Banggai — SKK Migas Perwakilan Kalimantan Sulawesi (Kalsul) bersama JOB Pertamina–Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) menyelenggarakan kuliah umum di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Manado, pada Rabu (20/5), sebagai upaya memperkuat literasi energi generasi muda melalui peningkatan pemahaman mengenai industri hulu minyak dan gas bumi (migas), aspek geologi, serta literasi keuangan dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Kegiatan bertajuk “Bridging Energy & Finance for Future Professionals: Ngerti Hulu Migas, Melek Finansial, Siap Karir” tersebut diikuti kurang lebih 200 peserta yang terdiri atas dosen, mahasiswa, tenaga pengajar, staf, dan sivitas akademika Universitas Sam Ratulangi.
Kuliah umum tersebut menghadirkan praktisi industri dan pemangku kepentingan sektor energi guna memberikan wawasan mengenai keterkaitan industri hulu migas, aspek teknis, aspek finansial, serta pengambilan keputusan berbasis data sebagai bagian penting dalam pengelolaan sektor energi nasional.

Mewakili Rektor Universitas Sam Ratulangi, Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Penganggaran, dan Kerja Sama, Prof. Ir. Steenie Edward Wallah, M.Sc., Ph.D., IPU., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri yang dinilai mampu memperluas wawasan mahasiswa melalui pembelajaran berbasis pengalaman praktis sekaligus memperkuat kesiapan generasi muda menghadapi perkembangan dunia kerja.
Kegiatan kuliah umum ini merupakan bagian dari program edukasi berkelanjutan yang secara rutin dilaksanakan setiap tahun oleh SKK Migas dan JOB Tomori dengan lokasi pelaksanaan yang berpindah-pindah di berbagai perguruan tinggi. Program tersebut menjadi salah satu upaya mendekatkan dunia industri energi dengan lingkungan akademik melalui penguatan literasi energi, pengenalan industri hulu migas, serta pengembangan wawasan karier bagi generasi muda.
Sejumlah perguruan tinggi yang sebelumnya telah menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan antara lain Universitas Tompotika, Universitas Muhammadiyah Luwuk, Universitas Tadulako Palu, serta berbagai perguruan tinggi lainnya di wilayah operasi dan sekitar kegiatan industri hulu migas.
Manager Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Kalimantan Sulawesi, Lely M.W. Sondakh, menyampaikan bahwa penguatan literasi energi menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman generasi muda terhadap sektor energi yang memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. “l
“SKK Migas Perwakilan Kalimantan Sulawesi sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam pengelolaan dan pengawasan kegiatan usaha hulu migas yang dijalankan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), memiliki komitmen untuk memastikan keberlanjutan industri hulu migas nasional.
Melalui kegiatan kuliah umum ini, kami ingin memperkenalkan peran strategis sektor hulu migas dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah serta visi Presiden dalam mewujudkan Asta Cita ketahanan energi bagi Indonesia,” ujar Lely.
Menurut Lely, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat membuka wawasan generasi muda mengenai peluang kontribusi dan pengembangan karier di sektor energi pada masa mendatang.
Pada sesi materi, Nindy Puspaningtyas S.Si, dari SKK Migas Kalsul memaparkan pengelolaan kegiatan usaha hulu migas di Indonesia, mulai dari regulasi, pengelolaan wilayah kerja, mekanisme kontrak kerja sama, hingga karakteristik industri hulu migas yang memiliki risiko tinggi, padat modal, serta membutuhkan dukungan teknologi dan sumber daya manusia yang kompeten.
Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya industri hulu migas dalam mendukung pasokan energi nasional dan pembangunan daerah.
Selanjutnya, Narendra Supangat, S.E., S.Kom., M.M., dari JOB Tomori menjelaskan pentingnya keterlibatan pemangku kepentingan, komunikasi yang efektif, serta hubungan harmonis dengan masyarakat dalam mendukung keberlanjutan operasi industri energi dan ketahanan energi nasional.
Pada kesempatan tersebut, JOB Tomori turut menampilkan produk-produk binaan masyarakat di sekitar wilayah operasi melalui Komunitas Herbalis Batui Selatan (Kalisbatan) sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal.
Produk yang ditampilkan antara lain sari mengkudu, Virgin Coconut Oil (VCO), sari jahe merah, sari kunyit, sari temulawak, serta berbagai produk herbal dan olahan lokal lainnya hasil pengembangan kelompok masyarakat binaan. Kehadiran produk-produk tersebut menjadi wujud dukungan perusahaan dalam mendorong peningkatan kapasitas masyarakat, pengembangan usaha lokal, serta optimalisasi potensi daerah berbasis sumber daya setempat.
Upaya tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi melalui program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.
Pada sesi berikutnya, Teddy Irano, S.T., M.T., membahas peran geologi dalam industri hulu migas, khususnya dalam proses eksplorasi dan pengembangan lapangan migas. Peserta memperoleh pemahaman mengenai proses pencarian hidrokarbon melalui pendekatan geologi dan geofisika, serta pentingnya pemanfaatan teknologi dan sumber daya manusia yang kompeten dalam mendukung penemuan cadangan energi baru.
Sementara itu, Aditia Sukoco, S.E., Ak., C.A., memperkenalkan perspektif industri energi dari sisi pengelolaan keuangan, investasi, serta pembangunan pola pikir finansial bagi generasi muda sebagai bekal menghadapi dunia profesional.
Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai industri energi nasional, tetapi juga wawasan lintas disiplin ilmu yang menghubungkan aspek teknis, geologi, dan finansial. Bagi kalangan akademisi, kegiatan ini turut memperkuat keterhubungan antara teori di lingkungan pendidikan dan praktik industri, sekaligus memperkenalkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat literasi energi generasi muda sekaligus mendorong lahirnya sumber daya manusia yang adaptif, kompeten, serta siap berkontribusi dalam mendukung masa depan energi Indonesia.***