Transsulawesi.co, Banggai — Calon Bupati Banggai Ir. H. Amirudin menjawab semua isu miring dan fitnah terhadap dirinya di acara Ngobrol Santai Sambil Ngopi di poski pemenangan AT-FM kota Luwuk, Selasa, (8/10/2024).
Didepan ratusan simpatisan AT-FM dari berbagai wilayah Amirudin dengan santai menjawab semua isu miring yang kerap menerpa dirinya. Selama ini, AT-FM kerap mendapatkan fitnah bahkan hingga hujatan secara pribadi kepada dirinya pada masa pilkada Banggai 2024 saat ini.
Tak hentikan langkahnya, Amirudin dengan gagahnya menjawab semua isu miring yang kerap menerpa dirinya. Amirudin menjelaskan bahwa isu yang menerpanya adalah tantangan buat dirinya untuk kebih baik lagi dalam memimpin kabupaten Banggai yang lebih baik kedepannya.
Terkait isu pasar, Amirudin menjelaskan bahwa saat ini bangunan pasar Simpong tuntas dan akan di resmikan pada bulan november. Begitu juga isu saos tomat. Menurut Amirudin, ia telah mendatangkan investor saos tomat untuk melihat potensi di Banggai. Namun sayangnya bahwa petani tomat di Banggai tidak berkelanjutan dalam pertanian tomat. Karena sering berganti tanaman setiap musimnya sehingga investor tidak bisa memastikan untuk menjalankan bisnis tomat di Banggai.
Prestasi Amirudin menaikkan APBD yang cukup signifikan juga selalu menjadi torehan prestasi yang tidak bisa diterima oleh sebagian orang. Dimana Amirudin mampu menaikkan APBD Banggai hingga tembus menyentuh angka Rp3,1 Triliun.
Amirudin menjelaskan bahwa kenaikan APBD adalah kemamapuan kepala daerah untuk berusaha mencari peluang untuk menaikkan pendapatan daerah. Sehingga bukan otomatis naik sendiri. Karena ada proses usaha yang tulus dari kepala daerah yakni Bupati.
“Ukuran daerah itu maju atau tidak itu dilihat dari APBD-nya. Walaupun ada yang bilang APBD itu naik dengan sendiri walau siapa Bupatinya itu non-sense. Kalau kita tidak bisa menghitungnya, darimana sumbernya bisa kita dapatkan?,” ungkapnya.
Kemudian Amirudin menjelaskan bahwa di awal ia menjabat Bupati saat itu Indonesia sedang dalam pandemi Virus Corana. Dirinya berupaya agar masyarakat Banggai terjaga dengan baik. Begitu juga saat pandemi berkurang, dimana sebagai Bupati harus mampu memutar otak untuk membangkitkan perekonomian dengan cepat. Bukan isapan jempol semata, Amirudin mampu menaikkan ekonomi sebesar 2,5 persen di saat Covid.
Sering diterpa isu sering dengan melakukan acara, Amirudin menjawab bahwa sebuah agenda kegiatan besar daerah itu menimbulkan Efek multiplier atau efek berganda. Dimana pengaruh yang meluas dari suatu kegiatan ekonomi yang menyebabkan peningkatan pendapatan dan konsumsi.
Contohnya seperti dalam sebuah acara, banyak masyarakat pelaku UMKM bisa merasakan manfaatnya yakni berjualan sehingga perputaran uang berjalan dengan harapan mampu mendorong roda perekonomian Banggai. Hal itu yang dilakukannya saat Banggai dalam kondisi pasca Covid. Sehingga masyarakat mau keluar beraktifitas dan bangkit.
Amirudin dikenal sosok yang sabar dan ramah kepada masyarakat, ditengah terpaan fitnah, hoax, bahkan cacian makian kepada dirinya. Ia dikenal sosok religius yang selalu meletakkan segala sesuatu kepada Allah SWT dan selalu sabar menghadapi segala hujatan kepada dirinya.
mhr