Kali Kedua di Fakultas Teknik Untad, DSLNG Sampaikan Integrasi Teknologi Dorong Net Zero Emission

Kali Kedua di Fakultas Teknik Untad, DSLNG Sampaikan Integrasi Teknologi Dorong Net Zero Emission

PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) dalam program DSLNG Goes to Campus (DGTC) yang kembali digelar di Fakultas Teknik Universitas Tadulako (FT Untad), Palu, Rabu (16/9/2026). Foto: DSLNG

Transsulawesi.co, Banggai -- Perkembangan teknologi di sektor energi kini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, tetapi juga menjawab tuntutan terhadap pengurangan emisi dan keberlanjutan lingkungan. Integrasi teknologi dalam operasional industri menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong transisi menuju praktik bisnis yang lebih rendah karbon. Tren tersebut menjadi satu topik yang dibahas PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) dalam program DSLNG Goes to Campus (DGTC) yang kembali digelar di Fakultas Teknik Universitas Tadulako (FT Untad), Palu, Rabu (16/9/2026). Kegiatan ini merupakan pelaksanaan kedua DGTC di FT Untad, sekaligus menjadi ruang berbagi pengetahuan antara dunia industri dan akademisi mengenai penerapan teknologi serta upaya perusahaan melampaui kepatuhan dalam menjalankan kegiatan operasional.

Mengangkat tema “Beyond Compliance: Mendorong Net Zero Emission melalui Integrasi Teknologi di PT Donggi Senoro LNG” yang dibawakan oleh Environment Analyst DSLNG, Dwi Fitri Lestari, kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Fakultas Teknik Untad dari berbagai program studi. Melalui kegiatan tersebut, DSLNG memperkenalkan bagaimana perkembangan teknologi dapat diintegrasikan ke dalam proses operasional industri migas untuk mendukung efisiensi energi, pengelolaan lingkungan, serta pengurangan emisi.

Bagi DSLNG, penerapan melampaui kepatuhan tidak berhenti pada pemenuhan terhadap ketentuan dan standar yang berlaku. Upaya tersebut juga diarahkan pada pengembangan berbagai inisiatif yang dapat memberikan nilai tambah terhadap aspek lingkungan, efisiensi operasional, dan keberlanjutan perusahaan.

Dalam pemaparannya, Dwi menjelaskan bahwa integrasi teknologi menjadi bagian penting dalam mendukung upaya pengurangan emisi di fasilitas pengolahan LNG. Teknologi dan inovasi memungkinkan proses operasional dipantau dan dioptimalkan secara lebih efektif, sehingga penggunaan energi dan sumber daya dapat dikelola secara lebih efisien.

“Industri saat ini tidak hanya dituntut untuk memenuhi kepatuhan, tetapi juga terus mencari peluang untuk meningkatkan kinerja lingkungan melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi. Karena itu, pemahaman mengenai teknologi dan keberlanjutan menjadi penting bagi mahasiswa, khususnya calon tenaga profesional di bidang teknik,” ungkap Dwi.

Pembahasan tersebut juga memberikan gambaran kepada mahasiswa bahwa upaya menuju Net Zero Emission merupakan proses yang membutuhkan integrasi berbagai aspek, mulai dari teknologi, efisiensi energi, pengelolaan emisi, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Ketua Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Untad, Sriyati Ramadhani, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang kembali dilakukan DSLNG dengan FT Untad. Menurutnya, interaksi langsung dengan industri memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami penerapan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dalam konteks operasional industri yang sesungguhnya.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri seperti ini memberikan perspektif praktis kepada mahasiswa. Tidak hanya mengenai teknologi yang digunakan di industri, tetapi juga bagaimana aspek keberlanjutan menjadi bagian dari pengambilan keputusan dan pelaksanaan kegiatan operasional,” ujar Sriyati.

Sesi diskusi berlangsung secara interaktif. Para mahasiswa berkesempatan menyampaikan pertanyaan dan pandangan mengenai tantangan penerapan teknologi, strategi perusahaan dalam menjalankan prinsip melampaui kepatuhan, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan industri untuk mendukung pencapaian Net Zero Emission. Diskusi berlangsung dua arah dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh gambaran langsung mengenai praktik serta tantangan yang dihadapi industri dalam mengintegrasikan aspek teknologi dan keberlanjutan ke dalam kegiatan operasional.

Melalui DSLNG Goes to Campus, perusahaan secara konsisten membuka ruang interaksi dengan kalangan akademik untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman praktis dari industri. Program ini menjadi bagian dari kontribusi DSLNG dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia, khususnya generasi muda di Sulawesi Tengah. Pelaksanaan DGTC di FT Untad yang kembali dilakukan untuk kedua kalinya juga memperkuat hubungan antara DSLNG dan perguruan tinggi dalam membangun pemahaman bersama mengenai perkembangan industri energi. Selain memperoleh wawasan mengenai teknologi dan keberlanjutan, mahasiswa diharapkan dapat melihat lebih dekat tantangan dan peluang yang akan dihadapi sektor energi di masa mendatang. (mhr)

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.