Transsulawesi.co, Banggai — JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) adalah perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) SKKMIGAS di bidang eksplorasi dan eksploitasi minyak dangas bumi Blok Senoro – Toili yang dalam pelaksanaan kegiatan operasinya selalu mematuhi aturan dan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini termasuk kegiatan Proyek Pengembangan Senoro Selatan yang mampu menimbulkan multiplier effect secara sosial dan ekonomi sehingga dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja, pemberdayaan pengusaha lokal dan peningkatan akselerasi ekonomi di Kabupaten Banggai.
Proyek Pengembangan Senoro Selatan adalah Bisnis Hulu Migas yang merupakan Proyek Negara dan tugas semua pihak untuk menjaga dan mengawal pelaksanaan proyek ini, agar manfaat dari kegiatan Industri Hulu Migas di Kabupaten Banggai dapat terus dinikmati rakyat Indonesia. Sebelum dimulainya proyek, JOB Tomori secara massif telah menggelar sosialisasi dimulai dari kalangan wartawan, tingkat Banggai yang melibatkan Pemda Banggai, Kapolres Banggai, Dandim Luwuk Banggai, Kajari Banggai, Danposal Luwuk, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, termasuk pemerintah Kecamatan Moilong dan Kecamatan Batui Selatan. Selanjutnya proses sosilisasi ini juga dilakukan ditingkat warga masyarakat sekitar area proyek. Terdapat masukan dan harapan dari peserta sosialisasi yang kemudian JOB Tomori menindak lanjuti bersama Forkopimcam setempat dan stakeholders terkait, khususnya terkait ketenagakerjaan yang telah berkali-kali dilakukan pertemuan untuk mencari solusi terbaik.
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa, bisnis hulu migas memikiki karakter padat modal, padat teknologi dan berisikotinggi. Kegiatan ini juga membutuhkan proses panjang yang menantang baik dari sisi teknis maupun nonteknis, misalnya aspek legal dan sosial kemasyarakatan. Proses panjang dan menantang ini menyebabkan sektor ini sangat sensitif terhadap isu keamanan. Sehari saja kegiatan produksi migas terganggu, potensi penerimaan negara terancam raib.
Sedangkan Pengembangan Senoro Selatan ini adalah upaya untuk mempertahankan produksi gas dari Lapangan Senoroyang sudah berproduksi sejak tahun 2015 serta menjaminketersediaan penyaluran gas kepada para pembeli eksisting seperti Jargas, PLN, PAU dan DSLNG. Kontraktor pelaksana pekerjaan pengembangan sumur migas kali ini, adalah PDSI (Pertamina Drilling Services Indonesia) yang merupakan anakusaha Pertamina Hulu Energi yang bergerak di bidang pemboran minyak dan gas serta memiliki pengalaman yang sangat luas dalam usaha pemboran.
Seluruh fasilitas yang dikelola oleh JOB Tomori merupakan OBVITNAS (Obyek Vital Nasional) baik fasilitas produksi gas lapangan Senoro yang eksisting maupun Pengembangan Senoro Selatan yang saat ini sedang dikerjakan, karena memiliki peranstrategis dalam menjamin pasokan minyak dan gas bumi nasional. Mengingat perannya yang demikian maka fasilitasenergi yang menjadi OBVITNAS subbidang minyak dan gas bumi perlu dipastikan aman terhadap gangguan.
Upaya JOB Tomori dalam mengembangkan gas Senoro Selatan ini memang sebaiknya didukung oleh semua pihak karenaketerlambatan ataupun gangguan Proyek Pengembangan Senoro Selatan ini dapat merugikan penerimaan negara maupun daerah. Olehnya mari kita bersama mengawal kegiatan Bisnis Hulu Migas yang berada di Kabupaten Banggai.