Konferensi IX AJI di Palu Usung Tema Eco Friendly

Konferensi IX AJI di Palu Usung Tema Eco Friendly

Konferensi IX AJI Palu

Transsulawesi.co, Banggai -- Konferensi IX, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) akan berlangsung di Hotel Jazz Palu, Sabtu (7/9/2014). Persiapan panitia kini sudah 95 persen, hal ini terungkap dari keterangan Ketua Panitia Konferta-IX AJI Palu, Aldrim seusai final chek. 

Peserta dari luar kota pun sudah berdatangan. Persiapan di lokasi acara pun sudah rampung.  
Konferta  AJI kali ini mengusung berkonsep  Eco Friendly alias ramah lingkungan.

‘’Tidak ada air botol kemasan di atas meja selama kegiatan berlangsung,’’ katanya.

Panitia dan pihak hotel menyiapkan gelas dan air siap minum di lokasi kegiatan. 

Bagi peserta konferta dianjurkan membawa tabung minum atau yang familiar disebut tumbler. Ini untuk mengurangi jejak karbon yang dihasilkan selama konferta berlangsung.

Pihak hotel katanya sudah menyanggupi untuk  menyediakan air galon. 

Bukan menyediakan air kemasan sekali pakai. Pun sama halnya dengan materi sidang. Panitia menyiapkan dokumen kebutuhan selama konferta tanpa kertas alias paperless. ‘’Materi LPJ dan materi persidangan bisa diakses dengan menggunakan kode batang atau barcode.

‘’Peserta tinggal scan maka semua materi yang dibutuhkan sudah terpampang jelas. Jika ada kertas jumlahnya diupayakan sekecil mungkin,’’ rinci Aldrim. 

Aldi mengatakan, konsep go green ini yang diterapkan panitia sebgai langkah kecil yang bertujuan untuk mengurangi polusi dan sampah, khususnya plastik sekali pakai dan seminimal mungkin tidak meninggalkan jejak karbon dalam jumlah berlebih.

Konferta yang dimulai pukul 09.00 wita itu, akan dihadiri para undangan dari kalangan pemerintah, mitra maupun kalangan organisasi sipil. 

‘’Dari hasil komunikasi para undangan sudah menyatakan kesiapannya untuk datang pada pembukaan,’’ ujar jurnalis Kompas TV itu. 

Konferta ke-IX yang akan dibuka oleh Sekretaris Jenderal AJI Nasional, Bayu Wardhana itu, juga akan menghadirkan pada mantan anggota AJI yang tersebar.

 ‘’Mereka tetap kita hadirkan. Walau bukan lagi anggota AJI, tapi sumbangsih pemikiran mereka tetap dibutuhkan untuk perkembangan AJI,’’ ungkap Aldrim. **

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.