Kelompok Binaan JOB-Tomori Produksi Disinfektan Alami

Kelompok Binaan JOB-Tomori Produksi Disinfektan Alami

Kelompok Cahaya Berkah dan Navu Pakuli binaan Joint Operating Body Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) di Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi  Tengah (Sulteng).

Transsulawesi.com, Banggai -- Covid-19 yang merebak memunculkan inovasi baru sebagai upaya agar terhidar dari pandemi virus itu, seperti pembuatan disinfektan. Contohnya Kelompok Cahaya Berkah dan Kelompok Navu Pakuli yang berhasil memproduksi disinfektan dari bahan alami dan mudah ditemukan di sekitar lingkungan kita.

Cahaya Berkah dan Navu Pakuli adalah kelompok binaan Joint Operating Body Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) di Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi  Tengah (Sulteng).

Sebelumnya, JOB Tomori memberikan pelatihan kepada puluhan kelompok herbal yang mayoritas anggotanya para ibu rumah tangga.

Dari pelatihan itu, menjadi modal Kelompok Cahaya Berkah dan Navu Pakuli  melahirkan inovosi baru, yakni disinfektan yang terbuat dari bahan alami dan diberi nama Simontok. Simontok merupakan akronim dari siri lemon tanpa bahan kimia.

Ketua Kelompok Cahaya Berkah Marinah mengatakan, di awal pandemi terjadi kelangkaan handsanitizer dan disinfektan di pasaran, harganya pun ikut naik.

“Semangat awal kami memproduksi Simontok ini adalah bagaimana membantu sesama masyarakat untuk menangkal penyebaran virus Corona, berbekal pengetahuan tentang produk herbal yang telah diberikan JOB Tomori,” ungkapnya.

Ketua Kelompok Navu Pakuli, Santi, menuturkan, untuk memproduksi Simontok bahan yang dibutuhkan cukup sederhana, yakni terdiri dari daun sirih, air perasan lemon nipis, dan air. Daun sirih yang sudah di iris tipis-tipis, lalu siram dengan air panas kemudian dicampur dengan air perasan lemon nipis. Campuran tersebut dikukus selama kurang lebih 30 menit, lalu didinginkan serta disaring.

Relation, Security & ComDev Manager JOB Tomori, Agus Sudaryanto, mengatakan, Simontok telah diuji di labolatorium pada PT Sucofindo pada 13 Juli 2020 guna memastikan kandungan yang dihasilkan dari olahan produk alami tersebut.

“Hasil uji laboratorium menunjukan bahwa produk Simontok aman dan layak dijadikan antiseptic/disinsfektan, bahkan aman digunakan sebagai handsanitiser,” jelas Agus Sudaryanto.

Atas hasil inovasi tersebut, Camat Batui Selatan, I Made Brata, memberikan apresiasinya karena produk Simontok sangat bermanfaat bagi masyarakat di tengah badai pandemi Covid-19. Pemerintah kecamatan sangat berterimakasih atas sumbangsih yang telah di berikan manajamen JOB Tomori kepada masyarakat.

Karena itu, pemerintah kecamatan Batui Selatan siap memberikan dukungan penuh, demi kelancaran kegiatan operasi produksi perusahaan. Ia berterima kasih kepada JOB Tomori yang telah berkontribusi kepada masyarakat Kabupaten Banggai, khsusnya di Kecamatan Batui Selatan.

“Semoga apa yang sudah di perbuat selama ini terus di tingkatkan, apalagi dalam kondisi pandemi saat ini, JOB Tomori tetap peduli dengan masyarakat,” pungkasnya.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Batui Faika Alsan mengatakan, langkah JOB Tomori bersama kelompok herbal binaan memberikan pelatihan cara pembuatan disinfektan sudah tepat saat pandemi.

“Sehingga kami menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada JOB Tomori atas kontribusinya kepada masyarakat,” ujar dia saat pelatihan sekaligus praktik cara membuat disinsfektan herbal yang digelar oleh JOB Tomori melalui program Tomori Mengajar.

(adv)

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.