
Pelatihan Peningkatan Kapasitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pelatihan ini diikuti pengurus dari 20 BUMDes di Kecamatan Batui, Kintom, dan Nambo, di Kabupaten Banggai. Foto: DSLNG
Transsulawesi.co, Banggai -- Komitmen PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) dalam mendorong kemandirian ekonomi desa terus diwujudkan melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pelatihan ini diikuti pengurus dari 20 BUMDes di Kecamatan Batui, Kintom, dan Nambo, di Kabupaten Banggai, yang diselenggarakan di Pusat Belajar Masyarakat (CLC) DSLNG pada 29–30 Juli 2026.
Berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, kegiatan ini menjadi upaya memperkuat kapasitas pengelola BUMDes agar mampu mengembangkan unit usaha yang profesional, mandiri, dan berkelanjutan sebagai penggerak ekonomi desa. Selama dua hari pelatihan, peserta dibekali berbagai materi yang mendukung pengelolaan usaha desa, mulai dari penguatan kelembagaan, tata kelola keuangan, penyusunan Business Model Canvas (BMC) sebagai fondasi pengembangan usaha, hingga strategi pemasaran untuk meningkatkan daya saing produk dan layanan BUMDes.
Pelatihan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan diskusi antarpengelola BUMDes sehingga mereka dapat mengembangkan potensi ekonomi desa sesuai karakteristik dan kebutuhan wilayah masing-masing. Untuk memperkaya materi dan pendampingan, DSLNG menghadirkan sejumlah mitra pemberdayaan sebagai pembicara, yakni dari Wahana Visi Indonesia, PT Biokonversi Indonesia, PT Seger Agro Nusantara, dan Syngenta. Melalui kolaborasi tersebut, peserta memperoleh wawasan mengenai pengembangan unit usaha, khususnya di sektor pertanian jagung, mulai dari penyediaan bibit, pendampingan budidaya, hingga akses pemasaran hasil produksi.
“Pelatihan BUMDES adalah bagian dari kolaborasi DSLNG dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabaupaten Banggai untuk membangun desa. Melalui pelatihan ini, BUMDes dan pemerintah Desa bisa saling berbagi pengalaman, keberhasilan dan tantangan dalam mengelola usaha dengan berbagai pihak, terutama pemerintah dan mitra usaha. Pelatihan ini adalah bagian dari program pemberdayaan masyarakat DSLNG tahun 2026 untuk meningkatkan pendapatan ekonomi rumah tangga yang bersinergi dengan program prioritas pemerintah Kabupaten Banggai,” sebut Manajer CSR DSLNG, Febriant Abby.
Melalui penguatan kapasitas BUMDes, DSLNG berharap semakin banyak desa yang memiliki lembaga ekonomi yang tangguh, inovatif, dan mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. Kolaborasi bersama pemerintah daerah dan berbagai mitra ini diharapkan menjadi fondasi bagi terciptanya kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan.