
Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) kembali berpartisipasi dalam event tahunan Association Convention and Exhibition (IPA Convex) ke-47 bertempat di ICE BSD Serpong Tangerang. Dok/Transsulawesi.co
Transsulawesi.co, Jakarta -- MedcoEnergi Internasional Tbk (MedcoEnergi) kembali berpartisipasi dalam event tahunan Association Convention and Exhibition (IPA Convex) ke-47 bertempat di ICE BSD Serpong Tangerang.
MedcoEnergi menyatakan bahwa pembangunan dua Proyek Utamanya, yaitu Fasilitas Produksi Hulu Gas Senoro dan Fasilitas Hilir Kilang LNG Donggi Senoro (DSLNG) Pencapaian ini merupakan tonggak penting bagi MedcoEnergi karena telah berhasil memonetisasi lapangan gas Senoro, yang 15 tahun silam masih dianggap sebagai stranded gas, hingga dapat memasok gas ke Kilang DSLNG.
Acara IPA Convex 2023 sendiri dibuka oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif. Dalam pernyataannya bahwa di era transisi energi, subsektor minyak dan gas bumi (migas) masih memegang peranan penting dalam menyediakan kebutuhan energi global, berkaca pada peningkatan produksi dan konsumsi migas global dalam 10 tahun terakhir pada Selasa, (25/7/2023).
Arifin menyampaikan, produksi minyak meningkat dari 88,6 juta barel per hari pada tahun 2012 menjadi 93,8 juta barel per hari pada tahun 2022. Sedangkan konsumsi minyak meningkat dari 89,1 juta barel per hari pada tahun 2012 menjadi 97,3 juta barel per hari pada tahun 2022. Adapun produksi gas juga meningkat 20% dalam 10 tahun terakhir dan laju pertumbuhan konsumsi gas sebesar 1,7% per tahun.
"Hal ini menunjukkan bahwa di era transisi energi saat ini, minyak dan gas bumi masih berperan penting dalam menyediakan kebutuhan energi global yang terjangkau dan dapat diandalkan khususnya di sektor transportasi dan industri seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan populasi yang meningkat terutama di negara-negara berkembang," ujar Arifin pada Opening Ceremony Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) ke-47, di Serpong, hari ini Selasa (25/7).
Arifin menyampaikan bahwa ketahanan energi membutuhkan energi yang lebih aman yang berkelanjutan, yang tidak terlalu terpengaruh oleh guncangan dan ketidakpastian, serta rendah emisi karbon, tidak hanya tentang mengamankan pasokan energi dengan harga yang terjangkau.
"Industri minyak dan gas tengah menghadapi tekanan yang tinggi untuk mengklarifikasi implikasi transisi energi bagi operasi dan model bisnisnya, serta untuk menjelaskan kontribusi yang dapat diberikan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK)," ujarnya.
Arifin mengungkapkan bahwa memenuhi permintaan energi yang meningkat sembari menurunkan emisi global, adalah tantangan yang cukup berat. Maka perlu dilakukan upaya penurunan emisi global di sektor migas, salah satunya adalah menurunkan emisi GRK pada tahap operasional melalui efisiensi energi, pengurangan suar, dan mengelola emisi metana, serta menjalankan operasional menggunakan sumber energi terbarukan maupun yang rendah karbon.
"Selain itu, dapat pula dilakukan pengurangan emisi melalui peningkatan penggunaan gas bumi, peningkatan efisiensi sistem bahan bakar mesin, dan mengembangkan teknologi rendah karbon, seperti kendaraan listrik, biofuel, gas alam cair, amonia, dan fuel-cell hidrogen. Dengan emisi yang lebih rendah daripada bahan bakar fosil lainnya dan sumber energi yang dapat dialihkan, gas alam akan menjadi elemen penting dalam transisi energi," tambahnya.
Dalam acara IPA Convex 2023 di ICE BSD, sebanyak 8 orang wartawan lokal dari Kabupaten Banggai ikut berkesempatan untuk mengikuti kegiatan IPA Convex di Serpong. Dimana wartawan Banggai berkesempatan untuk mengetahui jauh tentang dunia Migas Nasional dan Internasional.
Mhr