Bertambah 4 Positif Covid-19, Front Masyarakat Batui Menggugat Bakal Demo PT PAU

Bertambah 4 Positif Covid-19, Front Masyarakat Batui Menggugat Bakal Demo PT PAU

Kilang Amoniak PT Panca Amara Utama. (Foto: Transsualwesi)

Transsulawesi.com, Batui – Bertambahnya pasien positif Covid-19 di Kecamatan Batui sebanyak 4 orang menurut data Tim Gugus Tugas penganganan Covid-19 Kabupaten Banggai, membuat warga panik dan geram. Awal mulanya temuan kasus Covid-19 di Kecamatan Batui berawal dari meninggalnya salah satu karyawan PT PAU yang dinyatakan positif oleh Tim Gugus Tugas Covid-19. Akan tetapi pasien tersbut, bukan dari warga Batui itu sendiri.

Humas Gugus Tugas Banggai Nurmasita Datu Adam merilis data terbaru yakni dari jumlah 24 pasien kumulatif positif COVID-19 itu, 18 diantaranya sudah dinyatakan sembuh. Satu orang meninggal dunia (supervisor PT PAU, red), dan 4 orang positif baru asal Kecamatan Batui, yang menjalani karantina mandiri.

Namun lagi-lagi, informasi yang di dapatkan tidak menyebutkan kluster, sehingga membingungkan warga apakah pada kluster warga masyarakat di Batui ataukah kluster di perusahaan PT PAU yang sebelumnya terkonfirmasi adanya positif Covid-19. Hal ini membuat warga susah untuk melakukan proses isolasi wilayah dan tracking.

Sementara itu, data dari Dinkes Pemprov Sulteng mencatat data untuk Banggai yakni kasus meninggal 1 orang, kasus kumulatif meninggal 1 orang, pertanggal 28 juli sebanyak 4 orang dinyatakan positif Covid-19, dengan begitu ada total kumulatif sebanyak 23 kasus di Banggai.

Menyekapi hal tersebut, Para aktifis dan mahasiswa yang tergabung dalam Front Mayarakat Batui Menggugat (Format) protes keras terhadap PT PAU. Menurut mereka bahwa perusahaan terkesan tidak serius mencegah penyebaran pandemik virus Covid-19 di daerah mereka.

Para aktifis dan mahasiswa juga kecewa dengan sikap perusahaan yang sebelumnya terkesan tidak transparan mengenai informasi adanya kasus positif Covid-19 di dalam perusahaan. Sebelumnya humas PT PAU mengatakan bahwa karyawan mereka yang meninggal diduga dikarenakan ginjal dan jantung. Karena sebelumnya mempunyai riwayat penyakit tersebut.

Namun setelah adanya desakan dari tim gugus tugas dan pemerintah kecamatan yang menyambangi perusahaan, didapatlah informasi yang valid bahwa memang betul karyawan PT PAU positif Covid-19. Dengan bertambahnya 4 orang hari ini tentunya menjadikan hal ini petaka untuk masyarakat sekitar tambang.

Saat ditemui dikantor LSM Gempar, para aktifis dan mahasiswa mengatakan tidak akan tinggal diam dengan hal ini, karena menurut mereka ini merupakan murni sistem error pada protokol kesehatan yang diterapkan perusahaan.  

“Kita akan melakukan aksi demonstrasi terhadap PT PAU mengenai Covid-19, mengenai tuntutan kami kami di “Front Masyarakat Batui Menggugat (FORMAT)” akan kami sampaikan besok, apa saja yang menjadi tuntutan utama kami,” ujar Rifat Hakim salah satu mashasiswa yang tergabung di FORMAT, Selasa, (28/7/2020).

Front Masyarakat Batui Menggugat (FORMAT) mengatakan bahwa seharusnya perusahaan tidak hanya berpikir untuk mencari keuntungan saja di tanah Batui dengan adanya kegiatan industry ekstraktif yang mengeruk SDA di Batui. Akan tetapi perusahaan harus memperhatikan lingkungan sekitar terlebih lagi persoalan kemanusiaan.

Rencananya LSM Gempar bersama mahasiswa dan beberapa OKP di Kecamatan Batui akan berdemonstrasi di PT PAU terkait persoalan ini besok. Menurut mereka persoalan ini merupakan kesalahan sistem yang dilakukan oleh PT PAU yakni bagaimana protokol kesehatan yang mereka terapkan. Mereka juga meminta agar pemerintah memberikan sanksi tegas terhadap PT PAU yang merugikan kesehatan manusia di Kecamatan Batui.

(mhr)

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.