Tokoh Pemuda Batui Boikot Film Amah di Tanah Adat

Tokoh Pemuda Batui Boikot Film Amah di Tanah Adat

Tangkaoan layar cuplikan film Amanah di Tanah Adat. Foto: istimewa

Transsulawesi.co, Banggai -- Tokoh pemuda di Kecamatan Batui ramai menolak pembuatan film layar lebar tentang kisah romansa di tanah adat Batui. Film yang rencananya diberi judul "Amah di Tanah Adat" menuai kritik keras pembuatan film tersebut.
Salah satu pemuda adat di Batui, Moh Gazhali Akbar mengatakan bahwa filn tetsebut seharusnya melibatkan unsur masyarakat adat Batui itu sendiri dalam penyusunannya.

"Seharusnya tim penyusun film harus melibatkan beberapa narasumber atau keterlibatan tokoh adat atau paling tidak bangun komunikasi, agar dapat dijelaskan dan tdk menjadi opini liar", ujarnya, Senin (5/6/2023).

Menurut ghazali bahwa film tentang percintaan di tanah adat Batui adalah bentuk eksploitasi adat batui dengan memuat konten fiksi yang dapat merubah tatanan dan makna inti dalam adat budaya batui yang bersendikan agama Islam.

Menurutnya, sudah ratusan masyarakat adat pertahankan nilai-nilai adat sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pendahulu mereka.

Dengan dibuatkan film ini ghazali mensinyalir terdapat unsur pelecehan dan penghinaan terhadap Adat batui yang dalam film tersebut hanya menjadi unsur pendukung cerita kisah percintaan yang sangat bertentangan dengan norma-norma agama.

Ia juga menuntut agar produser dan seluruh yang terlibat dalam produksi film ini harus mempertanggung jawabkan terhadap masyarakat adat batui.

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.