
Keluarga Yusron Nurkholis (49), pria yang ditemukan tewas didalam bilik kamarnya, Selasa (17/09) pagi. (Foto: istimewa)
Transsulawesi.com, Luwuk -- Keluarga Yusron Nurkholis (49), pria yang ditemukan tewas didalam bilik kamarnya, Selasa (17/09) pagi, di camp pekerja KPR BTN Bukit Mambual, Kelurahan Bukit Mambual, Kecamatan Luwuk Selatan, telah mengikhlaskan kepergian almarhum.
Hal ini diungkapkan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Baubau, AKBP Moch. Sholeh, SIK, SH, MH, melalui Kasat Reskrim Polres Banggai, AKP Pino Ary, SH, SIK, MH, melalui pers releasenya, Selasa (17/09) malam.
Lebih lanjut dikatakan, pria asal Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang kesehariannya bekerja sebagai buruh bangunan ini pertama kali ditemukan tewas sekitar pukul 09.00 Wita oleh rekan kerjanya, saksi Ketut Suparta.
Berdasarkan keterangan, lanjut Pino, saksi mendapat kabar dari istrinya bahwa ada yang tidur ngorok (mendengkur) dan saksi tidak lama kemudian mendatangi kamar almarhum untuk mengecek.
Saksi menuturkan, saat melewati bilik bedeng (kamar) almarhum, saksi memanggil-manggil nama almarhum, namun tidak ada balasan. Saksi kemudian mendapati almarhum sedang tertidur. Setelah diketok-ketok berulang kali pintu bedeng kamar, tetapi tidak ada respon sama sekali dari almarhum.
Curiga dengan keadaan tersebut, saksi kemudian memanggil teman-temannya untuk memastikan kondisi almarhum. Dan ternyata almarhum telah meninggal dunia.
"Menurut keterangan saksi, almarhum sebelum ditemukan meninggal sempat duduk-duduk ngopi bersama beberapa rekan kerjanya didepan bilik bedeng masing-masing, mandi dan kemudian masuk kamar, dan ditemukan meninggal," tuturnya.
Sementara itu, Pino menegaskan berdasarkan hasil olah TKP oleh Tim Inafis Sat Reskrim Polres Banggai, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhum. Hal ini diperkuat dengan hasil pemeriksaan luar dari tim Medis Badan RSUD Luwuk.
Selain itu, dari keterangan pihak keluarga yang dihubungi oleh pihak kepolisian melalui sambungan telepon, keluarga telah mengiklaskan kematian almarhum. Dan meminta untuk segera dimakamkan di Kota Luwuk melalui bantuan pengembang KPR BTN Bukit Mambual, PT Pratama Indobumi Celebes.
"Pihak keluarga trlah mengikhlaskan kepergian almarhum, dan meminta untuk segera dimakamkan melalui bantuan pengembang KPR BTN Bukit Mambual. Pihak keluarga juga membuat keterangan bahwa pihak keluarga meminta untuk tidak diproses/otopsi," tandasnya. (dewi/mhr)