
Menteri Lingkungan Hidup/ Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/KBPLH) , Moh. Jumhur Hidayat saat berada di booth JOB Tomori. foto: istimewa
Transsulawesi.co, Banggai — Joint Operating Body Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) turut berpartisipasi dalam ajang Indonesia International Environment Technology and Innovation Expo & Conference (INVIROTECH) 2026 yang berlangsung pada 11–13 Juni 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Keikutsertaan ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan sekaligus memperkenalkan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang telah memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan di wilayah operasinya.
Hari pertama pelaksanaan pameran, booth JOB Tomori mendapat kehormatan menerima kunjungan Menteri Lingkungan Hidup/ Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/KBPLH) , Moh. Jumhur Hidayat. Kunjungan tersebut disambut langsung oleh General Manager JOB Tomori, Andry Sehang, didampingi Pjs. Relations, Security & ComDev Manager Andi Basuki serta Enviro Section Head Shanti Nata Artha.
Dalam kesempatan tersebut, manajemen JOB Tomori memaparkan berbagai inisiatif perusahaan di bidang pengelolaan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta implementasi prinsip keberlanjutan yang dijalankan sejalan dengan upaya mendukung pembangunan berkelanjutan dan pencapaian target lingkungan nasional.
Salah satu daya tarik utama yang ditampilkan di booth JOB Tomori adalah berbagai produk hasil Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dikembangkan oleh kelompok binaan masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.
Dari Kelompok Usaha Kalisbatan yang diwakili oleh Nur, ditampilkan beragam produk herbal dan olahan pangan hasil pengembangan usaha masyarakat, antara lain sari kunyit, sari jahe, sari temulawak, sari komplit, Virgin Coconut Oil (VCO), teh kelor, serta kapsul herbal. Selain itu, kelompok tersebut juga memamerkan berbagai produk makanan ringan berupa keripik pisang, kacang telur, kacang disko, keripik singkong, dan keripik keladi yang telah menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat setempat.
JOB Tomori juga menghadirkan program ekonomi sirkular melalui Kelompok Maggot Satu Tujuan Desa Paisubuloli yang diwakili oleh Vika. Kelompok ini mengembangkan budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi. Produk yang dipamerkan berupa maggot kering yang dimanfaatkan sebagai pakan alternatif untuk ikan dan unggas.
Selain itu, JOB Tomori turut menampilkan berbagai produk hasil pemanfaatan limbah yang dikembangkan oleh kelompok masyarakat binaan. Salah satunya adalah produk kerajinan daur ulang yang diproduksi oleh Bank Sampah Unit (BSU) Montolutusan Desa Paisubuloli, berupa tas berbahan bungkus plastik bekas dan ecobrick yang merupakan hasil pemanfaatan sampah plastik menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi. Inisiatif ini menjadi contoh penerapan prinsip ekonomi sirkular melalui pengurangan timbulan sampah sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Pada sektor pengelolaan limbah organik, JOB Tomori juga memperkenalkan pupuk kompos Posbidik yang diproduksi oleh Kelompok Posbidik Cendanapura. Produk ini merupakan hasil pengolahan limbah organik menjadi pupuk yang mendukung kegiatan pertanian dan penghijauan. Program tersebut tidak hanya membantu mengurangi volume limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis lingkungan.
Saat kunjungan berlangsung, para perwakilan kelompok binaan berkesempatan berinteraksi langsung dengan Menteri Lingkungan Hidup untuk menjelaskan proses produksi, manfaat produk, serta dampak program pemberdayaan yang dijalankan bersama JOB Tomori. Interaksi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan keberhasilan masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal, ekonomi sirkular, dan prinsip keberlanjutan.
General Manager JOB Tomori, Andry Sehang, menyampaikan bahwa partisipasi perusahaan dalam INVIROTECH 2026 merupakan sarana untuk berbagi praktik baik dalam pengelolaan lingkungan sekaligus menunjukkan hasil nyata kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat.
"Kami percaya bahwa keberhasilan program keberlanjutan tidak hanya diukur dari kinerja lingkungan perusahaan, tetapi juga dari kemampuan menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat. Produk-produk yang ditampilkan pada INVIROTECH 2026 merupakan bukti bahwa kolaborasi yang baik dapat menghasilkan inovasi yang bernilai ekonomi, memperkuat kemandirian masyarakat, serta mendukung pelestarian lingkungan," ujar Andry Sehang. Kamis kemarin, (11/6/2026).
Melalui keikutsertaan pada INVIROTECH 2026, JOB Tomori berharap dapat memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, memperkenalkan praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, serta mendorong lahirnya inovasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Tentang JOB Tomori
JOB Tomori merupakan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang menjalankan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah pengawasan dan pengendalian SKK Migas. Dalam menjalankan operasinya, JOB Tomori berkomitmen menerapkan prinsip keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat guna menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan dan masyarakat di sekitar wilayah operasinya.