uluhan Mahasiswa di Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai melakukan aksi demonstrasi menolak kehadiran investasi Tambang Nikel di tanah mereka. Foto: Istimewa
Transsulawesi.com, Batui – Puluhan Mahasiswa di Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai melakukan aksi demonstrasi menolak tegas atas kehadiran investasi Tambang Nikel di tanah mereka. Massa yang tergabung di koalisi ini turun kejalan melakukan aksi demonstrasi penolakan tambang nikel di Batui yang dianggap hanya berdampak buruk untuk lingkungan.
Dalam orasinya, mahasiswa Batui mengatakan bahwa hadirnya investasi tambang nikel bisa berdampak buruk terhadap lingkungan alam begiu juga dengan situs-situs adat budaya di batui. Ia mengatakan bahwa seharusnya pemerintah daerah perlu dengan seksama memperhatikan kehidupan masyarakat adat di tanah batui.
Menurutnya aksi massa bukan hanya sekedar berpikir bertambahnya PAD dari sektor pertambangan di daerah ini, tapi yang terpenting adalah bagaimana melihat dampak negatif dari tambang nikel itu sendiri.
Mereka juga menambahkan bahwa sekian banyak investasi ekstraktif yang hadir di Batui tidak membawa perubahan terkait kesejahteraan masyarakat.
Aksi massa mengatakan bahwa tambang nikel akan berdampak buruk, karena kerusakan yang dihasilkan oleh tambang itu cukup besar, yakni kerusakan jalan, pencemaran sungai, polusi udara, terganggunya lahan pertanian dan perkebunan begitu juga dengan perubahan perilaku atau norma masyarakat.
Muhammad Sugianto Adjadar dari LSM Gempar mengatakan bahwa seharusnya perusahaan terbuka jika melakukan kajian lingkungan AMDAL. “Kita tolak tambang di Batui,” tegasnya Sabtu, (16/1/2021).
Dalam aksinya mahasiswa turun kejalan degan tetap mematuhi protokol kesehatan yakni menjaga jarak dan menggunakan masker penutup mulut.
(mhr)