Karyawan PT PAU Dikabarkan Meninggal Terkonfirmasi Covid-19, Bukan Warga Batui

Karyawan PT PAU Dikabarkan Meninggal Terkonfirmasi Covid-19, Bukan Warga Batui

Ilustrasi Petugas memakamkan jenazah suspect virus corona atau Covid-19.(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

Transsulawesi.com, Batui – Teka-teki kabar meninggalnya salah satu karyawan PT Panca Amara Utama terjawab sudah.  Melalui juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Banggai Nurmasita Datu Adam dalam rilisnya menyatakan bahwa seorang pasien probable (meninggal) disebut naik status menjadi terkonfirmasi COVID-19.

Walaupun begitu, pihak tim Gugus Tugas Covid-19 tidak menyatakan dengan rinci bahwa pasien yang meninggal yang terkonfirmasi adalah pasien asal PT PAU, namun pada rilis sebelumnya jelas yang dimaksud pasien probable adalah pasien asal perusahaan amoniak. Terlebih, statusnya telah meninggal dunia.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pekerja PT Panca Amara Utama (PAU) dikabarkan meninggal dunia. PT PAU menyebutkan meninggalnya karwayan mereka meninggal bukan karena Covid-19, tapi disebabkan oleh penyakit lainnya.

Sebelumnnya Tim gugus tugas covid-19 dalam rilisnya juga menyatakan bahwa terdapat kasus suspek sebanyak 14 orang. Namun, per hari ini, Minggu (26/7) kasus suspek menjadi 13 orang. Tujuh orang masih dirawat di RSUD, sementara enam lainnya karantina mandiri.

Seperti dilansir sangalu.com, bahwa kasus konfirmasi terbaru, pasien yang meninggal dunia merupakan supervisor PT PAU berinisial MZR merupakan pasien asal Surabaya, Jawa Timur itu,  dan sudah dimakamkan di TPU Kabupaten Banggai di Desa Bunga, Kecamatan Luwuk Utara.

Sementara itu banyak warga Kecamatan Batui yang cemas mengenai kabar tersebut. Warga sorot protokol kesehatan PT PAU dalam menangani pandemic virus Covid-19 di daerah mereka. Karena menurut warga mereka juga akan terkena imbasnya.

Menurut warga seharusnya pihak perusahan lebih memperhatikan faktor keselamatan karyawan mereka. Terlebih keselamatan warga sekitar dimana tempat pihak perusahaan beraktifitas saat ini.

Sebelumnya, dua karyawan PT PAU dikabarkan meninggal dunia, berinisial (AG) meninggal pada hari senin (20/07/2020), dan (ZR) pada hari kamis (23/07/2020), namun penyebab kematiannya bukan karena Virus Corona. sementra 11 orang karyawan lainnya yang masih di rawat di RSUD Luwuk di duga mengidap penyakit DBD, di antara 11 karyawan PAU tersebut, 3 karyawan di antaranya telah di nyatakan sembuh.

Hal itu disampaikan Leonard Hutabarat (Manager ER & Sec) PT. PAU. Menurut Leonard, pihaknya saat ini tengah berkordinasi intensif dengan tim kesehatan Rumah sakit Luwuk guna mengetahui kondisi sejumlah karyawan yang saat ini dirawat di RSUD Luwuk.

(mhr)

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.