Kadis Disperindag Sidak Pasar Batui, Warga Batui: Alhamdulillah

Kadis Disperindag Sidak Pasar Batui, Warga Batui: Alhamdulillah

Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian Dan Perdagangan Banggai (Disperindag) Kabupaten Banggai, Hasrin Karim, SH, M.Si melakukan sidak mendadak kepasar di Kecamatan Batui, Kamis (9/4/2020). (Foto: Transsulawesi)

Transsulawesi.com, Batui – Respon cepat terhadap inflasi kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok, Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian Dan Perdagangan Banggai (Disperindag) Kabupaten Banggai, Hasrin Karim, SH, M.Si melakukan sidak mendadak kepasar di Kecamatan Batui, Kamis (9/4/2020).

Beberapa pedagang di pasar Batui diingatkan agar tidak menjual harga sembako di luar batas kewajaran perhitungan harga yang telah ditentukan dari kementarian perindustrian dan perdagangan.

Kadis Disperindag menegur keras salah satu pedagang yang menjual harga gula pasir diluar ketentuan. Pedagang tersebut menjual harga gula pasir Rp20.000 perkilonya. Sedangkan menurut Hasrin Karim bahwa saat ini harga untuk sembako gula pasir yakni Rp18.500 perkilo.

Pedagang berkelit bahwa harga tersebut didapatkan dari salah satu distributor penjual di kota Luwuk. Setelah mencatat nama distributor penjual tersebut, Hasrin berjanji akan menginvestigasinya.

Untuk harga beras, Hasrin mengingatkan kembali untuk tidak menjual harga diluar ambang batas harga yang telah di tetapkan. Penjual beras di pasar batui menjual beras dengan harga Rp9000 perliternya. Jika ada penjual yang nakal, maka disperindag tidak akan segan-segan akan memberikan sanksi tegas.

“Saya tegas dengan aturan, saya tidak main-main. Kalau jual Rp9000 perliternya masih batas wajar, tapi kalau dijual hingga 12.000 perliternya itu sudah tidak betul,” ujar Hasrin mengingatkan.

Beberapa warga yang ada di pasar batui merasa terbantukan dengan adanya upaya pemerintah dalam hal mengkontrol harga pasar. Karena akhir-akhir ini banyak masyarakat yang merasakan kenaikan harga sembako di Pasar Batui cukup mencekik.

“Syukur so ada pemerintah yang datang batogor, kitorang juga susah ini nae apa-apa semua,”ujar salah seorang warga yang berada dipasar.

(mhr)

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.