
Dwi Fitri Lestari, Environment Officer DSLNG, saat diwawancarai menjelaskan bagaimana Proyek LNG Midstream Kecil seperti Donggi Senoro Dapat memenangkan tantangan pengurangan gas rumah kaca. Menurut Fitri bahwa DSLNG selama ini tetap berupaya untuk membersihkan gas yang berasal dari hulu. Foto: Transsulawesi
Transsulawesi.co, Banggai — Indonesia saat ini adalah pionir CCS khususnya di kawasan Asia Pasific. Indonesia diakui sebagai negara di kawasan Asia Pasific yang paling maju dalam implementasi Carbon Capture Storage (CCS). Selain didukung oleh kondisi reservoir yang mumpuni, regulasi yang tersedia juga sudah siap. Untuk itu momentum pengembangan CCS ini harus dimanfaatkan.
PT Donggi Senoro LNG (DSLNG), memiliki fokus pada pengembangan usaha hilir LNG di yang juga memiliki kegiatan terkait dengan Carbon Capture and Storage (CCS).
Dwi Fitri Lestari, Environment Officer DSLNG, saat diwawancarai menjelaskan bagaimana Proyek LNG Midstream Kecil seperti Donggi Senoro Dapat memenangkan tantangan pengurangan gas rumah kaca. Menurut Fitri bahwa DSLNG selama ini tetap berupaya untuk membersihkan gas yang berasal dari hulu.
Menurut Fitri DSLNG gas yang sampai di hilir pada dasarnya sudah bersih, karena terpisah dari sumur. Namun DSLNG tetap berinovasi untuk membersihkannya.
“Ada beberapa upaya multifaset yang telah kami lakukan, mulai dari efisiensi, mengurangi gas keluar. DSLNG telah mengoptimalkan proses tersebut sejak 2022, sampai saat ini tercatat kita sudah memotong karbondioksida sebanyak 35.000 ton”, ungkapnya.
DSLNG juga melakukan studi perdagangan karbon dengan menjual sertifikat emisi pengurangan karbon tersebut. Masifnya kendaraan listrik ramah lingkungan, DSLNG juga ingin eksplor ke bidang tersebut. DSLNG juga akan memodifikasi kilang LNG, kemudian kita akan meminimalisir mematikan pabrik untuk efisiensi. Begitu juga dengan tekhnologi pengembangan pembangkit listrik tenaga surya.
“Apa yang kami terima sudah bersih dan kami berupaya membersihkan lagi. Tantangannya adalah melakukan upaya pengembangan. Kami telah persiapkan proses tahap jangka pendek, menengah dan panjang,” tambahnya.