Transsulawesi.co, Bunta -- Beberapa titik di ruas jalan Trans Sulawesi di Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai Rusak parah setelah diguyur hujan dalam sepekan ini. Kerusakan jalan diantaranya yakni desa Huhak hingga Tuntung.
Dari pengamatan dilapangan dibeberapa titik air sungai kecil telah mengalir menutupi jalan dan menyebabkan lumpur hingga aspal rusak berat hingga membuat pengendara kendaraan bermotor harus ekstra waspada karena lubang yang disebabkan banjir.
Banjir kali ini yang terjadi di Bunta terparah itu terjadi di Desa Huhak dimana satu buah rumah rusak hanyut tersapu banjir. Namun saat ini beberapa alat berat telah diturunkan untuk memperbaiki jalur sungai dan jalan yang sempat rusak.
Begitu juga dengan wilayah desa Toima dimana air dan pasir menutupi badan jalan hingga merusak aspal jalan.
Desa Longgolian juga terdampak banjir. Dimana ada 2 titik jalan yang rusak dan tidak nyaman untuk dilalui kendaraan dan juga terjadi longsor hingga pohon roboh di kecamatan Bunta menambah parah dampak banjir tahun ini.
Cukup disayangkan, karena banjir sering terjadi di kecamatan Bunta belakangan ini. Dimana banyak titik ruas jalan yang mengalami rusak berat.
Beberapa alat berat terlihat telah bersiap dilokasi banjir guna membenahi ruas jalan yang terdampak banjir.
Dibalik bajir parah yangmelanda bunta tahun ini desas-desus keberadaan pertambangan nikel diduga menjadi faktor yang menyebabkan parahnya banjir di bunta. Bahkan belum lama ini Bupati Banggai H. Amiruddin Tamoreka sendiri telah turun lapangan melihat kondisi wilayah bunta yang sering banjir hampir setiap hujan.
Beberapa pengendara motor mengatakan bahwa jalan di Kecamatan bunta tidak nyaman lagi untuk dilalui saat ini memgingat banuak titik yang rusak.
"Ini aer so dijalan, sapla rusak, kon balobang," ujar seorang warga.