
Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah mendapatkan pembangunan Jaringan Gas (Jargas) Rumah Tangga melalui pendanaan APBN. (Foto: Istimewa)
Transsulawesi.com, Banggai -- Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah mendapatkan pembangunan Jaringan Gas (Jargas) Rumah Tangga melalui pendanaan APBN. Pembangunan jargas dapat meningkatkan produksi gas bumi nasional diarahkan untuk usaha pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan menciptakan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Dengan adanya Jargas ini, masyarakat Banggai tentunya akan merasakan manfaat penggunaan gas bumi karena lebih efesien, mudah, murah, praktis dan mengalir 24 jam tanpa takut kehabisan dan tidak perlu repot mengangkat tabung.
Ada beberapa keuntungan dari jaringan gas tersebut. Pertama, impor LPG bisa kita kurangi. Kedua, masyarakat dapat menikmati gas dengan harga lebih murah. Alangkah indahnya kalau masyarakat mau masak, tinggal buka keran gas.
Dalam proses realisasinya, H. Herwin Yatim telah menandatangani MoU Pembangunan Jaringan Gas Rumah Tangga dengan Kementerian ESDM RI di Hotel Grand Sahid, Jakarta, pada Rabu (13/3/2019).
MoU tersebut menjadikan Herwin Yatim terus berkomitmen mendukung dan mengawal penuh kegiatan tersebut, agar dapat berjalan dengan sukses dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat yang disertai harapan program jargas itu bisa berkelanjutan sampai seluruh dapur masyarakat Kabupaten Banggai.
“Saya berkomitmen mendukung dan mengawal kegiatan ini, agar dapat berjalan dengan sukses serta dapat bermanfaat dan dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Banggai. ujarnya.
Keunggulan dimiliki jargas melalui pipa ke rumah tangga sangat bersih, aman dari kebocoran serta hemat baik dari sisi konsumen maupun Pemerintah. Keunggulan lainnya adalah dapat dilakukan penghematan baik dari sisi konsumen maupun Pemerintah. Penggunaan Jargas dapat mengurangi biaya rumah tangga sekitar Rp 90 ribu per bulan per keluarga.
Tidak cukup hanya itu saja, kelebihan jargas sangat praktis, bersih, murah, mengalir 24 jam, dan aman dibandingkan tabung LPG 3 kg. Selain itu, program jargas juga akan menghemat subsidi LPG 3 kg dalam APBN.
Berdasarkan data, pada 2017 ini ditargetkan 400 ribu sambungan rumah. Jumlahnya meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yaitu 340 ribu sambungan tahun 2016; 225 ribu pada 2015, dan 200 ribu pada 2014 lalu.
Jadi, setiap tahun ditargetkan angkanya naik agar cita-cita pemerintah melakukan pemerataan jaringan gas kota bisa tercapai. Ini menghemat biaya sekitar Rp 90 ribu per bulan per keluarga. Kelihatannya sedikit, tapi itu dari segi keluarga. Sisi lainnya adalah penghematan subsidi. (mhr)